Meresume Artikel Yang Berjudul "Ketika Platform Digital Berubah Haluan"

 Nama               : Mezchi Fereran

NPM               : D1C018068

Mata Kuliah    : New Media

Ketika Platform Digital Berubah Haluan

            November 2020, Google bersepakat dengan penerbit Perancis, seperti Le Monde, Le Figaro, Liberation, L’Express, Courrier International, dan L’Obs, tentang kompensasi ekonomi untuk pemuatan nukilan berita New Snippet dalam daftar pencarian Google.

            Desember 2020, Facebook mengalokasikan dana jutaan poundsterling untuk kompensasi penyajian berita milik penerbit di Inggris di situs media sosial. Cukup mengejutkan bahwa Google dan Facebook akhirnya menempatkan penghargaan atas hak cipta karya jurnalistik sebagai proyek berskala global. Bahkan, keduanya seperti berebut meraih simpati para penerbit di seluruh dunia. Google meluncurkan News Showcase sedangkan Facebook meluncurkan Newstab dalam kerangka sama.

            Perubahan UU Hak Cipta Uni Eropa beberapa tahun terakhir memang telah melembagakan Publisher Right atau neightboring rights, yakni hak penerbit atas kompensasi ekonomi dari penyajian nukilan atau ringkasan berita pada tampilan mesin pencarian atau Newsfeed media sosial. Platform digital diharuskan bernegosiasi dengan penerbit untuk menyepakati kompensasi ekonomi itu. Proyek News Showcase dan Newstab adalah langkah platform digital untuk mengantisipasi desakan regulasi semacam itu yang mengemuka di sejumlah negara.

            Perancis adalah negara Eropa pertama yang coba menerapkan Publisher Right pada skala nasional. Setelah melalui perseteruan panjang, Google akhirnya menerima keputusan Komisi Persaingan Usaha Perancis yang mengharuskannya bernegosiasi dengan penerbit Perancis soal pelaksanaan Publisher Right

Perubahan sikap

            News Showcase adalah skema yang ditawarkan Google kepada penerbit untuk memperoleh kompensasi atas konten berlisensi yang mereka ciptakan atau rancang secara spesifik untuk disajikan pada platform Google.

            Dengan proyek News Showcase, nukilan berita yang tersaji dalam Google Search and News memiliki nilai ekonomi yang menjadi hak penerbit. Diluncurkan Oktober 2020, News Showcase telah berjalan di Jerman dan Brasil, lalu menyusul Perancis berdasarkan kesepakatan seperti di atas.

            Negara selanjutnya yang menjadi sasaran News Showcase adalah Kanada, Inggris, dan Australia. Dengan nilai akumulatif lebih dari 1 miliar dollar AS selama tiga tahun, News Showcase diproyeksikan jadi proyek berskala global.

            Kesediaan Google ”berbagi pendapatan” dengan penerbit terasa kontras dengan reaksi penolakan Google atas pelembagaan publisher right saat-saat sebelumnya. Tidak hanya menolak membayar kompensasi atas pemanfaatan nukilan berita, Google sebelumnya bahkan merasa ”layak” untuk memperoleh kompensasi atas jasanya membantu penerbit menyebarluaskan berita melalui penyajian nukilan berita dalam daftar pencarian Google.

            Bukan hanya menganggap negosiasi tentang publisher right sebagai tidak diperlukan, Google sempat mengancam akan menghentikan proses indeksasi, agregasi, dan kurasi berita milik penerbit. Pendekatan intimidatif ini juga diterapkan Google di Australia ketika menghadapi tuntutan yang sama.

            Yang terlihat kemudian adalah sikap mendua Google menghadapi isu publisher right. Melawan balik tuntutan para penerbit, tetapi juga menawarkan konsesi dan kerja sama. Menolak memberikan bagi hasil kepada penerbit seperti yang dituntut oleh Pemerintah Perancis dan Australia, tetapi di sisi lain juga membuka negosiasi dengan penerbit. Mengancam akan berhenti mengindeks dan mengurasi konten penerbit, tetapi juga mengalokasi anggaran ”bagi hasil” untuk penerbit.

            Facebook juga sempat menolak tuntutan untuk memberikan kompensasi kepada penerbit atas penyajian berita dalam newsfeed Facebook. Facebook juga sempat melontarkan ancaman boikot terhadap penerbit di negara-negara. Namun, pada akhirnya, setelah melalui pergulatan yang melelahkan, Facebook bersedia bernegosiasi dengan penerbit dan menyiapkan skema bagi hasil melalui proyek.

News Tab

            News Tab adalah satu bagian pada situs Facebook yang secara khusus disediakan untuk menayangkan kembali berita-berita terpilih dan terkurasi milik para penerbit. Jika sebelumnya distribusi berita di situs Facebook terjadi melalui penyajian link berita pada newsfeed pengguna, proyek News Tab memberi ruang khusus untuk penyajian berita itu yang bentuknya kemungkinan akan menyerupai daftar pencarian pada mesin pencari. Dari proyek ini, Facebook menjanjikan pendapatan dan pembaca baru yang signifikan untuk penerbit.

            The Guardian memperkirakan pemasukan tahunan dari News Tab untuk penerbit di Inggris bisa mencapai puluhan juta pound. Injeksi dana dari Facebook itu diyakini akan membantu industri media yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi beberapa tahun terakhir. Penerbit Inggris yang telah bergabung dalam proyek News Tab adalah The Guardian, The Daily Mirror, The Independent, The Economist serta banyak penerbit lokal.

            Bagi Facebook, injeksi dana itu merupakan pilihan yang sulit dihindari setelah mereka menghadapi tekanan keras dari pemerintah maupun penerbit. Pemerintah Inggris, Perancis, Uni Eropa, dan Australia sebelumnya telah menuduh platform digital melakukan ”tindakan sepihak” terhadap para penerbit yang bertentangan dengan prinsip antimonopoli. Kemarahan pemerintah dan penerbit adalah sesuatu yang nyata dan meskipun coba dilawan, justru semakin mengeras di sejumlah negara.

            Google dan Facebook mungkin tak sepenuhnya menerima regulasi Publisher Right, tetapi mencoba cari jalan tengah tanpa menanggung kerugian besar.

Suara Sumbang

            Facebook dan Google melunak setelah menghadapi tekanan politik di Eropa, Inggris, Perancis, dan Australia. Negosiasi tentang Publisher Right dijalankan setelah pada sisi lain, Google mengumumkan akan menerapkan Fee untuk teknologi penunjang periklanan pada ekosistem Google yang dimanfaatkan penerbit.

            Keputusan Google menerapkan Fee teknologi periklanan digital menjadi masalah serius di AS. Google dituduh menggunakan monopolinya atas distribusi konten dan periklanan digital untuk menerapkan kebijakan yang sepihak kepada penerbit di negeri ”Paman Sam”.

 

Pendapat saya mengenai tulisan di atas

            Menurut saya dengan adanya Publisher Right itu akan menguntungkan pihak penerbit atas penyajian yang sudah mereka lakukan, sehingga para penyaji tidak hanya serta merta menerbitkan sebuah berita yang hanya menguntungkan sebelah pihak saja. kerja sama yang ingin diberikan oleh Pihak Google untuk para penyaji menurut saya hanya akan mengikat suatu berita yang ingin disajikan saja, karena jika Google yang menentukan berita apa saja yang disajikan maka pihak penerbit akan kesulitan untuk memasukan suaranya atau pendapat dari penyaji untuk di sampaikan kepada pembaca. dipihak lain Facebook mengambil keuntungan dari kejadian tersebut dengan membuat sebuah proyek, yaitu News Tab yang memberikan ruang khusus untuk penyaji berita, yang bentuknya kemungkinan akan menyerupai daftar pencarian pada mesin pencari. Dari sinilah Facebook menjanjikan keuntungan pendapatan dan pembaca baru untuk para penerbit. Sedangkan, Google Newscase yang sudah melakukan proyek yang sama sebelum adanya proyek dari Facebook hanya memberikan keuntungan nilai ekonomi yang menjadi hak penerbit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISATA PANTAI PANJANG DAN KULINER KHAS BENGKULU "PENDAP"

Pariwisata Pesisir Pantai Malabero Bengkulu